Strategic Brand Management

26 September & 27 September 2019

Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta

Walau brand diyakini oleh banyak perusahaan sebagai intagible asset yang sangat bernilai besar, marketer sering kali tidak memahami konsep brand management dengan baik. Akibatnya, banyak strategi pembangunan merek menjadi tidak efektif. Selain itu, marketer juga menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mengeksekusi strategi membangun merek. Persaingan, fragmentasi media serta kesulitan mencari differensiasi yang baru, adalah sebagian dari tantangan besar membangun merek.

Dalam workshop 2 hari ini, akan disharing konsep Customer-Based Brand Equity dari Kevin Keller dan berbagai strategi yang efektif dalam membangun brand di pasar Indonesia.

● Customer Based Brand Equity
Dalam sesi pendahuluan ini akan dibahas berbagai konsep dari brand dan brand management. Apa yang dimaksud dengan brand? Apa keuntungan perusahaan yang memiliki brand yang kuat? Apa saja sumber dari brand equity. Secara khusus, pemahaman terhadap Customer Based Brand Equity yang dikembangkan oleh Kevin Keller akan dibahas tuntas.

● Brand Awareness, Image dan Loyalty
Brand yang kuat dibangun dengan berbagai tahapan proses. Sebuah brand akan kuat kalau memiliki tingkat awareness yang tinggi. Setelah itu, brand perlu membangun brand image yang baik melalui dimensi rasional maupun emosional. Dalam konteks pembangunan image, sangatlah penting untuk menentukan point of parity dan point of differentiation. Setelah itu, brand akan mencapai brand loyalty.

● Deciding Brand Element
Brand equity yang kuat dibangun atas dasar elemen yang baik. Pemilihan nama, logo, slogan, simbol, kemasan, karakter, dan warna adalah bagian dari brand elemen yang harus didesain dan dipilih. Untuk menentukan, keputusan ini diperlukan berbagau kriteria yang tepat.

● Marketing Program and IMC
Marketer membutuhkan program marketing yang efektif. Salah satu komponen strategi dan program yang efektif dalam membangun merek adalah memformulasikan Integrated Marketing Communication (IMC). Membangun merek perlu intergrasi antara ATL dan BTL yang harmonis. Marketer perlu menggunakan berbagai touch point untuk membangun brand yang kuat dalam benak konsumen.

● Brand Architecture Strategy
Bagian dari strategi pembangunan merek untuk bisa bertahan dalam jangka panjang adalah menentukan brand hierarchies yaitu bagaimana marketer menentukan tingkatan brand yang akan digunakan dan dari company brand, family brand, dan individual brand. Setelah itu, marketer juga harus menentukan brand portfolionya.

● Brand Extension Strategy
Brand Extension adalah strategi yang paling banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar karena memang memiliki banyak keuntungan. Dalam sesi juga dibahas berbagai kriteria yang perlu dievaluasi sebelum melakukan brand extension yang berhasil. Kenyataan menunjukkan bahwa banyak brand extension yang gagal mencapai hasil yang memuaskan.

● Workshop dan Case Study
Melakukan evaluasi terhadap merek-merek Top Brand di Indonesia. Apa saja strategi yang mereka gunakan dan manakah yang menjadi kunci sukses dari keberhasilan merek tersebut.

● Managing Brand Over Time
Brand-brand yang bertahan adalah brand yang terus melakukan inovasi. Beberapa brand harus melakukan reinforcement. Beberapa brand yang sudah melemah harus melakukan revitalisasi dari waktu ke waktu. Berbagai alternatif strategi untuk merevitalisasi akan menjadi pembahasan penutup workshop.

Download Poster

NEXT EVENT

28-29 November 2019

12-13 December 2019

Public Training Schedule 2020